muhammadku

Kepemimpinan

Menyadur Kepemimpinan Muhammad SAW

Kepemimpinan Muhammad saw dalam islam terbukti berhasil membawa pengaruhnya yang mendunia hingga saat ini. Nabi Muhammad berhasil menanamkan ajaran islam yang tetap eksis sampai sekarang hanya dalam kurun waktu 23 tahun. Pondasi Negara yang diletakkannya menjadi hal penting dan melingkupi teori-teori kepemimpinan pada masa sekarang.

Azas kepemimpinan yang diusungnya sederhana, namun sangat mendasar dan penting. Sifat dan tabiat beliau sebagai figur pemimpin terbaik dunia selayaknya menjadi tauladan presiden Indonesia yang akan datang.

1. Jujur

Kejujuran adalah sifat mulia rasulullah yang diakui semua orang baik kawan maupun lawan. Rasulullah mendapat gelar Al-Amin karena sifat tersebut. Jujur adalah syarat kepercayaan. Pemimpin yang tidak jujur, tidak mungkin mendapatkan kepercayaan rakyat. Jika kepercayaan rakyat pudar, maka mereka tidak akan menjalankan perintahnya dan Negara berada dalam masalah. Selain dari rakyat, pemimpin yang tidak jujur juga sulit mendapat relasi dari Negara lain yang mengakibatkan buruknya diplomasi sehingga tidak terjalin kerjasama. Bagaimanapun juga Indonesia membutuhkan investor asing untuk menjaga stabilitas ekonomi yang sedang berkembang.

2. Idealis

Pemimpin harus memiliki ideology yang benar dan digenggamnya dengan kuat. Idealisme yang dimaksudkan meliputi pandangan, tujuan dan prinsip hidup. Rasulullah adalah contoh pemimpin yang benar secara ideology dan memegangnya dengan kuat. Ketika kaum kafit menawarkan harta, tahta, jabatan, wanita kepadanya, beliau menolah dengan tegas karena jelas menodai aqidah islam yang menjadi ideologinya. Memang kepemimpinan di Indonesia ini tidak ditujukan untuk dakwah seperti nabi Muhammad, namun apa yang dilakukannya adalah contoh untuk memegang ideology. Dengan demikian dia mengerti alur kepemimpinannya dan tidak mudah digoyahkan dengan iming-iming harta, wanita, jabatan, dan sebagainya.

3. Disiplin hukum

Dakwah rasulullah selalu berjalan diatas koridor hukum Allah SWT. Beliau tidak serta merta menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, meskipun tujuan tersebut adalah baik. Ketika kaum Quraisi menawarkan perdamaian dengan catatan nabi Muhammad mau menyembah tuhan mereka sehari, dan mereka menyembah Allah sehari, rasulullah menolaknya secara langsung dan tegas. Jika dipikir secara logika, maka tawaran ini bisa meluaskan islam, namun nabi Muhammad tidak menerimanya karena hal tersebut menyalahi ketetapan Allah. Seperti itulah seharusnya pemimpin bersikap. Betapapun baiknya sebuah tujuan harus ditempuh dengan jalan yang benar (sesuai hukum). Tidak boleh seorang presiden membuat kebijakan yang bagus namun caranya salah. Misalnya ingin membuat undang-undang anti korupsi dengan menyogok MPR. Tentu cara seperti ini tidak akan langgeng.

4. Amanah

Kepemimpinan adalah suatu tanggung jawab besar, karenanya harus diberikan pada seorang yang amanah. Rasulullah adalah contoh pemimpin yang paling amanah. Dahulu beliau dipercaya masyarakat Arab untuk menitipkan barang mereka karena sifat amanah rasulullah. Hingga rasulullah hijrah, beliau menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang-barang titipan tersebut. Hal ini menggambarkan sifat amanah rasulullah. Tugas pemimpin dalam membawa kesejahteraan rakyat dan menstabilkan Negara hendaknya menjadi priority para calon presiden.

5. Terjun ke lapangan

Rakyat memerlukan contoh konkrit dari pemimpin dan tidak hanya teori semata. Bekerjasama dengan rakyat merupakan suri tauladan yang baik untuk membangun etos kerja rakyat dan menjalin kebersamaan. Nabi Muhammad selalu melakukan hal tersebut. Meskipun beliau adalah seorang nabi, namun tetap membangun masjid dengan tangannya sendiri, ikut membantu menggali parit, dan memberi makan orang miskin. Semua ini mengingatkan bahwa pemimpin bukanlah raja yang perlu dilayani rakyat setiap waktu dan hanya duduk diatas permadani, namun pemimpin pada hakikatnya adalah pelayan rakyat.

6. Tegas

Pemimpin harus bisa bersikap tegas, mengatakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Seperti ketika kaum Qurois menawarkan perdamaian dengan cara menyembah tuhan mereka dan Allah, maka rasulullah menolaknya dengan tegas. Begitulah seharusnya sikap pemimpin ketika melihat ketidakadilan dan kesalahan rakyatnya.

7. Sederhana

Kesederhanaan rasulullah adalah hal yang tidak bisa dipungkiri. Rasulullah sebagai pemimpin dunia tidur diatas tikar, mengganjal perut agar tidak lapar, dan berpuasa sunnah ketika tidak ada makanan. Hal ini menyiratkan bahwa pemimpin seharusnya tidak mencintai harta karena harta akan melalaikannya dari amanah. Seorang pemimpin yang baik mengambil harta Negara secukupnya untuk keperluan dasar rumah tangga, bukan meraup keuntungan. Uang Negara sebenarnya adalah uang rakyat, sehingga pemimpin yang banyak mengambil uang Negara sesungguhnya telah mendzolimi rakyat. Bagaimana bisa seorang rakyat miskin yang kelaparan disuruh membayar pajak, sedangkan pemimpinnya digaji lebih dari cukup?

8. Berhati lembut dan mencintai rakyat

Cinta kepada rakyat sangatlah penting. Rasulullah adalah orang yang sangat mencintai umatnya, bahkan sampai akhir hayatnyapun beliau masih memikirkan umatnya. Dengan sifat cinta pada rakyat akan menjauhkannya dari menzalimi rakyat, dan melakukan yang terbaik untuk rakyatnya. Pemimpin juga seharusnya bersikap lembut dan halus, karena kelembutan akan memusnahkan permusuhan dan kebencian. Orang yang kasar dan beringas senantiasa dijauhi sehingga tidak akan melahirkan kesatuan antara rakyat dengan pemimpin.

9. Pemberani

Seorang pemimpin haruslah memiliki keberanian. Rasulullah adalah orang yang lembut kepada umat, tapi sekaligus pemimpin perang. Ini menandakan sifat keberanian beliau. Keberanian diperlukan untuk melawan musuh-musuh yang menghancurkan stabilitas Negara baik dari dalam ataupun luar negeri, secara terang-terangan maupun tersembunyi. Seperti kejadian TKI yang terbunuh dan teraniaya, selayaknya pemimpin berani untuk membela haknya.

10. Adil

Pemimpin yang adil adalah dambaan setiap insan. Keadilan bukan berarti membagi segala sesuatunya sama rata, karena terkadang ada hal-hal yang memiliki porsi berbeda. Rasulullah mencontohkan keadilan hukum ketika mengatakan bahwa beliau akan memotong tangan Fatiman putri kesayangannya kalau mencuri, membagi harta rampasan perang, dan sebagainya. Keadilan seorang pemimpin akan menghindarkannya dari sifat aniaya pada rakyat.

11. Sehat jasmani dan rohani

Kesehatan adalah modal bagi pemimpin. Seorang muslim yang kuat lebih dicintai daripada muslim yang lemah. Rasulullah adalah seorang yang sehat, bahkan seorang tabib sampai menanyai tips sehat beliau yang ternyataadalah tidak makan sebelum lapar dan menyudahi sebelum kenyang. Kekuatan dan kesehatan sarat dengan produktifitas, karena manusia tidak bisa bekerja optimal saat sakit.

12. Cerdas

Pemimpin haruslah cerdas karena amanah yang membebaninya perlu pemecahan dan pemikiran. Kecerdasan rasulullah terlihat dari cara beliau berdiplomasi sampai beliau begitu dicintai manusia dari anak-anak sampau kaum tua. Beliau juga selalu menggunakan pemikiran dalam menetapkan suatu hukum pada kaumnya, tidak asal saja, seperti pada penetapan hukum ziarah kubur yang dilarang pada masa awal islam, dan disunnahkan di akhir masa kenabian. Kecerdasan membaca situasi, kondisi, dan dampak menjadi suatu priorotas pemimpin.

Sumber